Laman

Senin, 28 Mei 2012

Kegagalan PBSI di Thomas-Uber

Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso akan menyelesaikan periode kepemimpinannya hingga kongres Desember mendatang meski Tim Thomas Indonesia mencetak rekor terburuk sejak ikut pada 1958 atau setelah 10 tahun perhelatan perdana dilangsungkan pada 1948. ''Saya akan selesaikan sesuai jadwal,'' tegasnya seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia Denny P Sinaga dari Wuhan, China, Kamis (24/5). Terkait hasil itu, kata Djoko, PBSI akan mengevaluasi permainan tim secara keseluruhan. Apalagi Olimpiade sudah tidak lama lagi. Tim Thomas dan Uber Indonesia tersingkir secara tragis oleh Jepang. Indonesia merupakan runner-up Thomas dan semifinalis Uber pada 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kegagalan ini membuat manajer M Feriansyah mesti meminta maaf. ''Anda sudah lihat sendiri kita sudah maksimal. Persaingan di sini, seperti sudah diperkirakan akan sangat ketat. Apalagi jelang Olimpiade. Kami minta maaf kalau kali ini gagal.'' Dia pun berjanji akan membenahi tim. ''Kita kalah tapi pemain telah habis-habisan. Kita mesti segera berbenah.'' Dionysius Hayom Rumbaka dan Lindaweni Fanetri yang menjadi tunggal terakhir sekaligus penentu, gagal memenangi partai pamungkas. Hayom kalah dua set langsung 14-21, 19-21 dari Takuma Ueda. Kemudian Lindaweni sempat memenangi satu set pertama 21-19, sebelum menyerah di dua set berikutnya, 13-21, 17-21 dari Minatsu Mitani. (OL-9)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar