Hasil buruk tim Indonesia di Thomas-Uber di Wuhan, China, memaksa sejumlah mantan dan pemain bulutangkis berkumpul. Mereka mengeluarkan tujuh tuntutan kepada PB. PBSI.
Bertempat di Hotel Century, Jakarta, Senin (28/5/2012) para mantan atlet dan atlet lintas generasi itu melakukan pertemuan yang dihadiri oleh Rudi Hartono, Liem Swe King, Icuk Sugiarto, Alan Budikusuma, Susi Susanti, Ivana Lie, Joko Supriyanto, Christian Hadinata, Richard Mainaky, Trikus Harjanto, Marvel Mainaky, Luluk Hadianto, Bambang Supriyanto, Sarwendah Kusumawardani, Imelda Wiguna, Retno Kustia, Elizabeth Latief, Ratih Kumaladani, Lani Teo, Haryanto Arbi dan Taufik Hidayat.
Tujuh butir tuntutan mereka yang ditunjukan kepada PB. PBSI adalah sebagai berikut:
1. Menuntut PB. PBSI bertanggung jawab dengan mengevaluasi secara serius dan
menyeluruh penyebab kegagalan tersebut. Disertai dengan langkah-langkah
kongkret dan disampaikan ke publik.
2. Berbagai evaluasi para pengamat atas kegagalan tim Thomas/Uber kita seperti
ketidakkompakan tim, tidak ada motivasi, kalah fisik dan sebagainya, adalah
akibat buruknya persiapan. Hal ini terjadi karena
adanya masalah besar di tubuh kepengurusan PB. PBSI, yaitu terjadinya tumpang
tindih (overlapping) kewenangan yang telah lama terjadi dan dibiarkan terus terjadi.
Sehingga banyak kebijakan PB. PBSI yang tidak tepat karena dilakukan oleh
orang yang bukan berada dalam kewenangannya.
3. Dalam masa waktu kepengurusan yang tersisa, kami mendesak PB. PBSI untuk
mengembalikan kewenangan setiap bidang sesuai tugas pokok, dan fungsinya dan
fokus mempersiapkan atlet untuk
Olimpiade London dengan sebaik-baiknya.
4. Meminta kepada PB. PBSI untuk meninjau ulang keberadaan pelatih asing di pelatnas.
Sudah hampir dua tahun keberadaannya tetapi tidak terlihat adanya perkembangan
prestasi sesuai yang diharapkan.
Bahkan keberadananya cenderung merusak sistem yang ada.
5. Dengan semakin terpuruknya prestasi bulutangkis kita, tantangan perbulutangkisan ke
depan semakin berat. Karena itu kami menghimbau kepada pengurus PBSI provinsi
sebagai pemilik suara dalam
musyawarah nasional November mendatang, mencari figur ketua umum yang dapat
menjawab tantangan dan melakukan terobosan-terobosan yang kreatif.
6. Kami menghimbau Dewan Pengawas lebih aktif menjalankan tugasnya dan berperan
aktif mengkritisi kinerja PBSI pusat dan daerah demi kemajuan prestasi
bulutangkis Indonesia.
7. Dalam kesempatan ini kami juga menghimbau kepada Bapak Presiden, Pemerintah
dan Komisi X DPR untuk lebih memperhatikan olahraga bulutangkis. Agar prestasi
bulutangkis Indonesia bisa kembali berjaya dan menjadi parfum bangsa Indonesia
yang semerbak wangi ke seantero dunia.
Tim Indonesia
tersingkir di babak perempatfinal baik di Piala Thomas dan Uber 2012. Khusus
buat tim putra, baru kali ini sepanjang sejarah keikutsertaannya, pasukan Merah
Putih tak mampu menembus babak empat besar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar