Laman

Rabu, 02 Mei 2012

Peraturan PBSI/BWF

PBSI Kota Parepare mengacu pada peraturan pertandingan PBSI/BWF dalam pertandingan resmi yang diadakan. Beberapa PB yang tergabung dalam PBSI Kota Parepare menerapkan peraturan pertandingan game angka 30 dalam latihan. Hal ini dilakukan untuk menghemat waktu pertandingan yang hanya menggunakan 2 lapangan. Apabila kualitas pemain dalam pertandingan sama biasanya memerlukan waktu yang relatif panjang bila menggunakan peraturan pertandingan PBSI/BWF yaitu antara 40 – 90 menit/lebih. Karena itu, pada sesi latihan, PB menggunakan game 30 agar menghemat waktu latihan yang biasanya hanya memerlukan waktu 45 menit (paling lama). Kadang kala memerlukan waktu lebih dari itu bila permainan sangat berimbang.

Berikut ini peraturan pertandingan PBSI/BWF
1.  Score system mempergunakan “rally Point” the best of three games.
2.  Pada point 11 tiap-tiap game, pemain diizinkan untuk istirahat selama 
     1 (satu) menit dan pelatih boleh memberikan instruksi-instruksi kepada 
      pemainnya, tetapi pemain tidak boleh meninggalkan lapangan.
3.  Pada waktu pergantian tempat antara game pertama dan game kedua pemain
     diizinkan istirahat 2 menit. Pelatih diperkenankan ke lapangan untuk memberikan
     instruksi-instruksi, tetapi pemain tidak boleh  meninggalkan lapangan.
4.  Bila terjadi One Game All (game satu sama), pemain diizinkan
      untuk istirahat selama 2 menit.
5.  Seorang pemain hanya diperkenankan bermain dalam 2 nomor yaitu : 
     1 (satu) kali tunggal dan 1 (satu) kali ganda, 1 (satu) kali tunggal dan 1 (satu) 
      kali Ganda Campuran.
6.  Apabila terjadi Gangguan, Referee berhak untuk menunda atau 
      memindahkan pertandingan ke tempat/hari lain dengan tetentuan hasil 
      pertandingan yang diperolehnya tetap berlaku/syah.
7.   Barang-barang yang boleh diletakkan dekat lapangan pertandingan hanya 
      air minum dan perlengkapan  atlet lainnya sebagai cadangan.
8.   Pemain yang beralih status keanggotaanya dari stu klub ke klub lainnya, 
      harus memenuhi ketentuan  mutasi  pemain dan disyahkan oleh Tim Keabsahan.
9.   Pemain yang pada gilirannya harus bertanding, tetapi tidak hadir dilapangan 
      setelah dipanggil tiga kali dalam waktu 5 (lima) menit diyantakan kalah.
10. Selama pemain melakukan pertandingan, tidak diperkenankan meninggalkan 
      lapangan tanpa izin wasit yang bertugas, termasuk menukar raket 
      dengan yang berada dipinggir lapangan.
11. Setiap pemain diwajibkan berpakaian olahraga bulutangkis sesuai peraturan 
      yang berlaku.
12. Pemain yang mendapat cedera dilapangan, apabila tidak dapat melanjutkan
      pertandingan dinyatakan  kalah.
13. Pemain yang mendapat cedera dan tidak bisa melanjutkan pertandingan,
      kedudukannya pada nomor lain
      dapat diganti apabila nomor tersebut belum memulai pertandingan pertamanya.
14. Tiap pemain berhak mendapat istirahat 30 (tiga puluh) menit diantara 2 (dua) 
       pertandingan yang harus dimainkannya secara berturut-turut.
15. Pemain dan Official bertanggung jawab untuk mengetahui sendiri bila dan 
      dimana harus bertanding,  termasuk adanya perubahan jadwal dan sebagainya.
16. Pemain yang tidak mau melaksanakan pertandingan pada waktu dan tempat 
       yang telah ditentukan  panitia dinyatakan kalah.
17. Apabila pemain memerlukan tambahan perlengkapan pada waktu melakukan 
      pertandingan (air, raket dsb) harus sepengetahuan dan melalui Referee.
18. Pemain/atlet dilarang mempergunakan obat dopping.
19. Peserta yang belum tiba gilirannya tidak diperkenankan memasuki lapangan 
      tempat pertandingan. Selain peraturan diatas, peraturan teknis 
      permainan harus juga diperhatikan. Terutama saat melakukan servis.
      Servis adalah modal utama bagi pemain untuk memperoleh poin. 
      Hal-hal yang perlu diperhatikan saat
      melakukan servis adalah sebagai berikut:

Servis yang Salah
1. Pada saat memukul bola, kepala (daun) raket lebih tinggi atau sejajar dengan grip raket. 
2. Titik perkenaan kok, kepala (daun) raket lebih tinggi dari pinggang. 
3. Posisi kaki menginjak garis tengah atau depan. 
4. Kaki kiri melakukan langkah. 
5. Kaki kanan melangkah sebelum kok dipukul. 
6. Rangkaian mengayun raket dan memukul kok tidak boleh terputus. 
7. Penerima servis bergerak sebelum kok servis dipukul. 

Servis yang Benar : 
1. Pada saat memukul, tinggi kepala (daun) raket harus berada dibawah pegangan raket. 
2. Perkanaan kok harus berada di bawah pinggang. 
3. Kaki kiri statis. 
4. Kaki hanya bergeser, tetapi tidak lepas dari tanah. 
5. Rangkaian mengayun raket, harus dalam satu rangkaian. 
6. Penerima servis bergerak sesaat setelah servis dipukul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar