Senin, 16 Juli 2012
Pasca Kegagalan Thomas-Uber Indonesia Menpora Warning PBSI Pusat
Gagalnya Tim Thomas dan Uber Indonesia melangkah ke babak semifinal sangat disayangkan oleh pecinta olah raga tepok bulu di tanah air. Dan yang paling menyakitkan adalah sejarah untuk pertama kali Indonesia gagal melangkah ke final ajang yang sudah digelar sejak lama ini, serta kalah telak dari negara yang tak diunggulkan yaitu Jepang.
Hal ini yang membuast para legenda buluitangkis Indonesia yang pernah membawa Indonesia berkiprah dikancah internasional sangat prihatin sekali dengan perkembangan Thomas-Uber Indonesia.
Bahkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng menghimbau dengan sangat agar para pengurus PBSI Pusat mengindahkan petisi terkait keprihatinan yang digagas oleh para legenda bulu tangkis Indonesia pada Senin (28/5) lalu.
Andi menilai petisi tersebut memiliki muatan positif yang bermanfaat menjadi pedoman bagi PBSI untuk berbenah lantaran prestasi bulu tangkis Indonesia yang semakin terpuruk di ajang internasional, terutama di sektor tunggal. “Saya sudah membaca isi petisi legenda bulu tangkis. Itu bagus, jadi saya harap PB PBSI mau terbuka atas gagasan baik itu,” katanya di Jakarta, Rabu (30/5).
Terdapat tujuh butir tuntutan dalam petisi tersebut, antara lain menuntut PB PBSI bertanggung jawab dengan mengevaluasi secara serius dan menyeluruh penyebab kegagalan Indonesia di ajang Piala Thomas-Uber di Wuhan, China, serta membeberkan hasil evaluasi kepada publik.
Ada tuntutan untuk menghapus tumpang tindih jabatan di PBSI, mempersiapkan atlet ke Olimpiade London dengan sebaik-baiknya, meninjau ulang keberadaan pelatih asing di pelatnas yang dinilai hanya membawa mudarat karena minim prestasi dan merusak sistem yang ada.
Selain itu, para legenda mengimbau PBSI agar mencari figur ketua umum yang mampu membuat terobosan, meminta dewan pengawas lebih aktif mengkritisi kinerja PBSI, dan mengimbau Presiden, pemerintah, dan Komisi X DPR untuk lebih memerhatikan bulu tangkis agar kembali mengharumkan nama bangsa lewat serangkaian prestasi.
“Sudah saatnya PB PBSI membuka diri,” tandas Andi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar